Politik

Ketua DPRD Kota Surabaya Dituding Langgar Kampanye

Redaksi | Rabu, 26 Maret 2014 - 18:06:06 WIB | dibaca: 155 pembaca

Brainmetro, Surabaya – Masduki Toha memang  belum lama menjadi anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Surabaya. Namun secara lantang Dia menuding bahwa M Mahmud sebagai ketua DPRD Kota Surabaya telah melanggar aturan kampanye dan tata tertib (tatib) dewan.

Hal itu disampaikan oleh Masduki  karena M. Mahmud mangkir dari rapat penting kedewanan dan melanggar aturan karena telah menggunakan mobil dinas untuk kepentingan kampanye.

“Kita hargai keputusan pemerintah agar seluruh anggota dewan bisa mematuhi aturan untuk tidak menggunakan fasilitas Negara untuk kepentingan kampanye, terutama kendaraan, meski pada prakteknya di ganti plat hitam, karena status kendaraan itu tetap milik pemerintah,” tutur Masduki di Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (25/3/2014)

Masduki Toha langsung menyebut nama M Mahmud ketua DPRD Kota Surabaya yang ditudingnya telah menggunakan mobil dinas di lingkungan Sekwan DPRD Surabaya untuk kepentingan kampanye.

“Seperti pak Mahmud itu harusnya memberikan contoh yang baik kepada anggotanya, karena dengan mata kepala saya sendiri, saya melihat pada hari selasa tanggal 18 itu ada kegiatan kampanye di dapil 5 dan ada mobil L 1735 NP dan L 1864 NP ada dilokasi kampanye dan kelihatannya di gunakan untuk mobilisasi, karena parkir di depan gang rumah saya, dan setahu saya itu mobil disini, tapi coba tanyakan langsung saja,” tegasnya.

Selain itu, Masduki  juga mengaku secara kebetulan mendapati mobil yang sama yakni bernopol L 1735 NP untuk kepentingan mobilisasi akomodasi kampanye pada tanggal 22 Maret 2014 di Jl Musi dekat taman bungkul.

“Kemudian saya juga melihat sekitar tanggal 22, ada mobil L 1735 NP digunakan untuk mobilisasi akomodasi kampanye di Jl Musi dekat taman bungkul sana, saya sebagai anggota BK berharap ketua DPRD dan semua unsur pimpinan disini seharusnya bisa memberikan tauladan yang baik kepada anggotanya, bagaimana anggota bisa tertib jika pimpinannya seperti itu,” imbuhnya.

Ditanya soal kembali gagalnya agenda pemilihan ketua BK, Masduki Toha mengklim bahwa semua penyebab kegagalannya adalah akibat sikap ketua DPRD yang diskriminatif.

“saya curiga bahwa pemilihan ketua BK memang diskenariokan untuk tidak terlaksana, karena pesanan beberapa orang yang ingin lebih bebas melanggar tatib dewan, saya juga berpendapat jika pak Mahmud masih diskriminatif, karena anggota BK yang dipanggil untuk koordinasi hanya pak Rusianto dan pak Tri, tetapi sayaN pak Junaidi dan pak Saifudin tidak pernah, ini fenomena apa dan ada masalah apa dia,” ujarnya.

Menurut Masduki, sebenarnya pemilihan ketua BK sangat mudah untuk dilakukan jika M Mahmud tidak ngotot untuk menghadirkan seluruh anggota BK, karena kondisinya masuk masa kampanye.

“kenapa pak Mahmud mesti ngotot agar seluruh anggota BK hadir dalam proses pemilihan ketua, aturan darimana itu, karena cukup dipakai aturan setengah plus satu atau cukup hadir 3 orang, pemilihan sudah bisa digelar,” tukasnya. (mar)





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)